Kamis, 15 November 2018

Type Scanning Pada Keamanan Jaringan

Ada beberapa teknik Scanning yang biasa di gunakan pada sistem keamanan jaringan. Berikut adalah type scanning pada keamanan jaringan

1. Connect scan (-sT)
Jenis scan ini koneksi ke port sasaran dan menyelesaikan three-way handshake (SYN, SYN/ACK, dan ACK). Scan jenis ini mudah terdeteksi oleh sistem sasaran.


Baca Juga: Pengertian dan Prosedur Packet Filtering Pada Keamanan Jaringan

2. sS (TCP SYN scan)
Paling populer dan merupakan scan default nmap.SYN scan juga sukar terdeteksi, karena tidak menggunakan 3 way handshake secara lengkap, yang disebut sebagai teknik half open scanning. SYN scan juga efektif karena dapat membedakan 3 state port, yaitu open, filterd ataupun close. Teknik ini dikenal sebagai half-opening scanning karena suatu koneksi penuh TCP tidak sampai terbentuk. Sebaliknya, suatu paket SYN dikirimkan ke port sasaran. Bila SYN/ACK diterima dari port sasaran, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa port itu berada dalam status LISTENING. Suatu RST/ACT akan dikirim oleh mesin yang melakukan scanning sehingga koneksi penuh tidak akan terbentuk. Teknik ini bersifat siluman dibandingkan TCP connect penuh, dan tidak akan tercatat pada log sistem sasaran.


3. TCP FIN scan (-sF)
Teknik ini mengirim suatu paket FIN ke port sasaran. Berdasarkan RFC 793, sistem sasaran akan mengirim balik suatu RST untuk setiap port yang tertutup. Teknik ini hanya dapat dipakai pada stack TCP/IP berbasis UNIX.


Baca Juga: Tool dan Cara Scanning Ke Sistem Pada Keamanan Jaringan

4. TCP Xmas Tree scan (-sX)
Teknik ini mengirimkan suatu paket FIN, URG, dan PUSH ke port sasaran. Berdasarkan RFC 793, sistem sasaran akan mengembalikan suatu RST untuk semua port yang tertutup.


5. TCP Null scan (-sN)
Teknik ini membuat off semua flag. Berdasarkan RFC 793, sistem sasaran akan mengirim balik suatu RST untuk semua port yang tertutup.


6 TCP ACK scan (-sA)
Teknik ini digunakan untuk memetakan set aturan firewall. Dapat membantu menentukan apakah firewall itu merupakan suatu simple packet filter yang membolehkan hanya koneksi-koneksi tertentu (koneksi dengan bit set ACK) atau suatu firewall yang menjalankan advance packet filtering.

a) TCP Windows scan
Teknik ini dapat mendeteksi port-port terbuka maupun terfilter/tidak terfilter pada sistem- sistem tertentu (sebagai contoh, AIX dan FreeBSD) sehubungan dengan anomali dari ukuran windows TCP yang dilaporkan.
b) TCP RPC scan Teknik ini spesifik hanya pada system UNIX dan digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi port RPC (Remote Procedure Call) dan program serta normor versi yang berhubungan dengannya.
c) UDP scan (-sU) Teknik ini mengirimkan suatu paket UDP ke port sasaran.Bila port sasaran memberikan respon berupa pesan (ICMP port unreachable) artinya port ini tertutup. Sebaliknya bila tidak menerima pesan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa port itu terbuka. Karena UDP dikenal sebagai connectionless protocol, akurasi teknik ini sangat bergantung pada banyak hal sehubungan dengan penggunaan jaringan dan system resource. Sebagai tambahan, UDP scanning merupakan proses yang amat lambat apabila anda mencoba men-scan suatu perangkat yang menjalankan packet filtering berbeban tinggi.

Kelebihan Printer Laser

Aksesoris komputer adalah produk pendukung performa komputer yang penting untuk Anda miliki. Jika Anda ingin menggunakan komputer secara optimal maka Anda bisa melengkapi komputer dengan berbagai jenis aksesoris pendukung terbaik. Saat ini, ada banyak sekali jenis aksesoris pendukung komputer yang bisa Anda beli di pasaran.

Salah satu produk aksesoris pendukung komputer yang penting untuk Anda miliki adalah printer. Printer digunakan untuk mencetak dokumen yang Anda buat melalui komputer. Printer merupakan alat yang bisa mengubah file di dalam komputer menjadi file dalam bentuk fisik atau hardcopy. Keberadaan printer sangat dibutuhkan oleh para pengguna komputer.

Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi printer juga hadir semakin canggih. Printer laser merupakan salah satu jenis printer yang saat ini banyak digunakan di masyarakat. Tak seperti teknologi printer yang dulu, printer laser memiliki teknologi yang lebih canggih untuk memfasilitasi pengguna komputer mencetak dokumen.


Kelebihan Printer Laser

Masyarakat mungkin lebih akrab dengan produk printer ink-jet dibanding printer laser. Kini printer laser semakin banyak beredar di pasaran dengan harga yang memang lebih mahal dibanding printer ink-jet. Namun, Anda bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau dengan membeli printer laser bekas

Sebagai salah satu jenis aksesoris komputer yang penting untuk dimiliki, jenis printer laser sangat direkomendasikan untuk Anda. Inilah dia 5 kelebihan yang dimiliki oleh produk printer laser :

1. Hasil Cetakan yang Bagus
Printer laser bisa memberikan hasil cetakan yang berkualitas baik. Ketika membeli printer, tentu Anda ingin bisa mencetak dokumen dengan hasil yang baik. Jika dibandingkan dengan printer ink-jet, hasil cetakan dari printer laser jauh lebih bagus dan berkualitas.

2. Bisa di Berbagai Media
Printer laser bisa digunakan untuk mencetak di berbagai media. Anda bisa mencetak dokumen di kertas biasa, kertas foto, art paper, label sticker, dan lain sebagainya. Dengan menggunakan printer laser, Anda bisa mencetak dokumen dalam berbagai bentuk dengan menggunakan media yang bermacam-macam.

3. Mencetak Lebih Cepat
Printer laser bisa mencetak dokumen lebih cepat daripada pirinter ink-jet. Meskipun bisa mencetak dengan cepat, namun kualitas hasil cetakan tetap sangat memuaskan. Jenis printer ini sangat cocok digunakan jika Anda biasa mencetak dokumen dalam jumlah banyak dan butuh printer dengan kemampuan mencetak yang cepat.

4. Tahan Lama
Printer laser bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama. Jenis printer ini bisa dikatakan lebih awet daripada jenis printer ink-jet. Tak heran jika harga printer laser memang jauh lebih mahal daripada printer ink-jet. Namun, harga yang mahal itu terbayar setimpal dengan performa printer yang tahan lama.

5. Mudah Digunakan
Jenis printer laser lebih mudah untuk digunakan. Pengguna printer ink-jet seringkali mengeluhkan penggunaan printer yang ribet apalagi ketika tinta sedang habis. Namun, Anda tak perlu ribet-ribet lagi kalau Anda menggunakan printer laser. Karena mudah dipakai dan hasil cetakannya bagus, tak heran jika printer laser banyak diminati walau harganya tergolong mahal.

Itulah tadi 5 kelebihan yang dimiliki oleh printer laser. Printer laser menjadi jenis aksesoris komputer yang sangat bisa diandalkan. Anda bisa mendapatkan printer laser di toko-toko online. Jika Anda ingin membeli printer laser dengan harga yang lebih terjangkau, Anda bisa membeli printer laser bekas di toko online paling terpercaya, Bukalapak.

Selasa, 13 November 2018

Pengertian dan Prosedur Packet Filtering Pada Keamanan Jaringan

Pengertian Packet Filtering Pada Keamanan Jaringan

Paket filtering firewall merupakan salah satu jenis teknologi keamanan jaringan komputer yang digunakan untuk mengatur paket-paket data apa saja yang diizinkan masuk ke dalam sistem atau jaringan dan paket-paket apa saja yang diblokir. Packet filtering umumnya digunakan untuk memblokir lalu lintas yang mencurigakan yang datang dari alamat IP yang mencurigakan, nomor port TCP/UDP yang mencurigakan, jenis protokol aplikasi yang mencurigakan, dan kriteria lainnya.


Baca Juga : Tool dan Cara Scanning Ke Sistem pada Keamanan Jaringan

Bagian Yang Akan Diperiksa Pada Packet Filtering

Adapun ada beberapa bagian yang akan diperiksa dari paket data tersebut adalah bagian header yang berisi informasi penting, yaitu:
1. IP address sumber
2. IP address tujuan
3. Protokol ( TCP/UDP/ICMP )
4. Port sumber dari TCP atau UDP
5. Port tujuan dari TCP atau UDP
6. Tipe pesan dari ICMP
7. Ukuran dari paket

Baca Juga: Prosedur Network Scanning dan Port Scanning pada Keamanan Jaringan

Internet adalah gabungan PC yang dihubungkan melalui router-router yang saling terkoneksi dimana setiap PC memiliki alamat yang berbeda-beda (unik). Firewall jenis ini bekerja dengan cara membandingkan alamat sumber dari paket-paket tersebut dengan kebijakan pengontrolan akses yang terdaftar dalam Access Control List firewall, router tersebut akan mencoba memutuskan apakah hendak meneruskan paket yang masuk tersebut ke tujuannya atau menghentikannya.

Beberapa Tools dan cara scanning ke sistem Untuk Keamanan Jaringan

Ada beberapa aplikasi atau tool yang bisa digunakan untuk scanning pada sistem. Tool - tool ini memudahkan kita untuk mengelola sistem jaringan. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan  seperti mengamati current state pada server dan melakukan audit terhadap sistem.


Baca Juga: Prosedur Network Scanning dan Port Scanning pada Keamanan Jaringan

Berikut adalah tool-tool yang bisa  digunakan untuk scanning system.

a. Netstat
Netstat adalah utilitas yang powerfull yang digunakan untuk menngamati current state pada server, service apa yang listening untuk incomming connection, interface mana yang listening, siapa saja yang terhubung. Cara penggunaan netstat dan option option yang dipakai serta arti option tersebut : netstat -at : Menampilkan semua TCP port yang terbuka

Baca Juga: Jenis-jenis Sistem Keamanan Jaringan Komputer

b. Nmap
Nmap adalah port scanner yang sangat terkenal dalam dunia hacking. dan banyak sekali digunakan untuk mengaudit suatu system, dimana untuk mengetahui port yang terbuka yang memungkinkan port tersebut dapat di exploitasi oleh sang intruder. selain NMAP msh banyak lagi port scanner di belahan dunia internet, seperti : superscan, THC, BluesPortTool, dll.

Selasa, 02 Oktober 2018

Prosedur Network Scanning dan Port Scanning Dalam Keamanan Jaringan

Dengan berkembangnya teknologi indormasi saat ini, Keamanan jaringan merupakan bagian yang sangat penting sekali dalam pembangunan infrastruktur jaringan. Berbagai cara sudah dilakukan untuk bisa memproteksi sistem, mulai dari pemberian antivirus, autentifikasi, penggunaan password dan lain-lain. Akan tetapi para hacker biasanya tetap mencari celah untuk bisa masuk ke dalam sistem yang telah dibuat. Adapun para peretas memiliki prosedur untuk bisa masuk ke dalam sisitem yang telah dibuat, dan salah satu prosedur yang dilakukan dengan cara Network Scanning dan Port Scanning.


Baca Juga: Jenis-jenis Sistem Keamanan Jaringan

Pengertian Network Scanning dan Port Scanning dalam Keamanan Jaringan

Scanning adalah kegiatan yang dilakukan hacker untuk menentukan aktif tidaknya host target dalam jaringan. Hasil scanning dapat berupa IP Address, sistem operasi, service maupun aplikasi yang dijalankan. Informasi ini berguna untuk menentukan jenis exploit yang akan digunakan.

Scanning dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :
  1. Port Scanning, Dilakukan untuk mengetahui service apa yang dijalankan oleh target berdasarkan well known ports
  2. Network Scanning, Dilakukan untuk mengetahui aktifnya suatu host dan IP Address dari host tersebut.
  3. Vulnerability Scanning, Dilakukan untuk mengethaui sistem operasi, versi sistem operasi, maupun service pack yang digunakan.
Baca Juga: Metode Dalam Perancangan Jaringan Komputer

Umumnya port scanning tools akan melakukan probe ke host target yang mudah dideteksi oleh IDS. Network scanning maupun Vulnerability Scanning juga mudah dideteksi oleh IDS, karena tetap melakukan interaksi dengan target.

Server tugasnya adalah melayani client dengan menyediakan service yang dibutuhkan.Server menyediakan service dengan bermacam-macam kemampuan, baik untuk lokal maupun remote.Server listening pada suatu port dan menunggu incomming connection ke port.Koneksi bisa berupa lokal maupuan remote. Port sebenarnya suatu alamat pada stack jaringan kernel, sebagai cara dimana transport layer mengelola koneksi dan melakukan pertukaran data antar komputer. Port yang terbuka mempunyai resiko terkait dengan exploit. Perlu dikelola port mana yang perlu dibuka dan yang ditutup untuk mengurangi resiko terhadap exploit.

Ada beberapa utility yang bisa dipakai untuk melakukan diagnosa terhadap sistem service dan port kita.Utility ini melakukan scanning terhadap sistem untuk mencari port mana saja yang terbuka, ada juga sekaligus memberikan laporan kelemahan sistem jika port ini terbuka.

Jenis-Jenis Sistem Keamanan Jaringan Komputer

Sebuah jaringan komputer harus memiliki untuk menghindari berbagai macam serangan oleh para hacker/cracker. Selain itu serangan juga bisa berasal dari lingkungan sekitar kita. Untuk itu bagi tenaga administrator jaringan harus jeli dalam menggunakan jenis sistem keamanan yang digunakan.


Pada dasarnya jenis keamanan dibagi menjadi 5 jenis, yaitu:

1. Keamanan fisik dari jaringan komputer
Keamanan fisik lebih ditekankan pada hardware atau perangkat keras. Hal ini digunakan untuk melindungi perangkat atau hardware tetap dalam kondisi baik untuk melakukan operasi pada jaringan.

Baca Juga: Metode Dalam Perancangan Jaringan Komputer

2. Kemanan jaringan
Keamanan jenis ini lebih bertipe ke abstrak.Jadi kemanan ini dilakukan oleh benda yang tidak tampak, baik itu menggunakan software atau perintah lainnya. Contoh pengamanan jaringan adalah dengan menggunakan firewall ataupun proxy yang digunakan untuk mem filter user yang akan menggunakan jaringan.

3. Otorisasi akses
Otorisasi akses adalah penggunaan password atau kata sandi jika kita ingin mengakses sesuatu di jaringan.Hal ini dimaksudkan untuk memastikan hanya user tertentu saja yang diperbolehkan untuk mengakses jaringan.

Baca Juga: Prinsip Dasar Keamanan Jaringan Komputer

4. Proteksi Virus
Virus adalah sebuah metode penyerangan sistem komputer dengan menggunakan sebuah program yang dapat membuat sistem kacau dan mengalami kerusakan. Virus sendiri bisa diatasi dengan menginstall antivirus pada komputer dan selalu update databasenya yang terbaru.

5. Penanganan bencana
Perencanaan bencana adalah Perencanaan langkah-langkah yang akan diambil jika terjadi bencana yang mengakibatkan rusaknya sebuah sistem dan hilangnya data-data penting. Hal ini dimaksudkan agar kerusakan pada sistem lebih cepat teratasi.

Metode Dalam Perancangan Keamanan Jaringan Komputer

Keamanan jaringan sangat penting sekali guna menunjang kestabilan dari sebuah sistem. Banyak langkah yang harus dilakukan untuk membuat sistem menjadi aman dan terproteksi. Dalam merencanakan suatu keamanan jaringan, ada beberapa metode yang dapat ditetapkan, metode-metode tersebut adalah sebagai berikut :


1. Pembatasan akses pada suatu jaringan
  • Internal Password Authentication: Password local untuk login ke sistem harus merupakan password yang baik serta dijaga dengan baik.
  • Server Based password authentication: setiap service yang disediakan oleh server tertentu dibatasi dengan suatu daftar host dan user yang boleh dan tidak boleh menggunakan service tersebut
  • Server-based token authentication : penggunaan token / smart card, sehingga untuk akses tertentu hanya bisa dilakukan oleh login tertentu dengan menggunakan token khusus.
  • Firewall dan Routing Control : Firewall melindungi host-host pada sebuah network dari berbagai serangan.
Baca Juga: Prinsip Dasar Keamanan Jaringan

2. Menggunakan Metode dan mekanisme tertentu
  • Enkripsi : Proses enkripsi meng-encode data dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh sistem yang mempunyai kunci untuk membaca data.
  • Terminologi Kriptografi : Sebuah algoritma kriptografik (cryptographic algorithm), disebut cipher, merupakan persamaan matematik yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi.
  • Terminologi Enskripsi – Dekripsi : Proses yang dilakukan untuk mengamankan sebuah pesan (yang disebut plaintext) menjadi pesan yang tersembunyi (disebut ciphertext) adalah enkripsi (encryption). untuk mengubah ciphertext menjadi plaintext, disebut dekripsi (decryptionü
  • Digital Signature : digunakan untuk menyediakan authentication, perlindungan, integritas, dan non-repudiation
  • Algoritma Checksum/Hash : Digunakan untuk menyediakan perlindungan integritas, dan dapat menyediakan authentication. Satu atau lebih mekanisme dikombinasikan untuk menyediakan security service
Baca Juga: Pengertian Dan Fungsi Keamanan Jaringan

3. Pemonitoran terjadwal terhadap jaringan
Dengan adanya pemantauan yang teratur, maka penggunaan sistem oleh yang tidak berhak dapat dihindari/cepat diketahui.Untuk mendeteksi aktifitas yang tidak normal, maka perlu diketahui aktifitas yang normal. Proses apa saja yang berjalan pada saat aktifitas normal. Siapa saja yang biasanya login pada saat tersebut. Siapa saja yang biasanya login diluar jam kerja. Bila terjadi keganjilan, maka perlu segera diperiksa.Bila hal-hal yang mencurigakan terjadi, maka perlu dijaga kemungkinan adanya intruder.
Beberapa Langkah dalam perancangan Sistem dengan memperhatikan aspek Keamanan Jaringan :
  • Menentukan topologi jaringan yang akan digunakan.
  • Menentukan kebijakan atau policy .
  • Menentukan aplikasi – aplikasi atau servis-servis apa saja yang akan berjalan.
  • Menentukan pengguna-pengguna mana saja yang akan dikenakan oleh satu atau lebih aturan firewall.
  • Menerapkan kebijakan, aturan, dan prosedur dalam implementasi firewall.
  • Sosialisasi kebijakan, aturan, dan prosedur yang sudah diterapkan.

Senin, 01 Oktober 2018

Prinsip Dasar Keamanan Jaringan

Pengertian Keamanan Jaringan

Keamanan jaringan merupakan bagian yang sangat penting sekali pada saat ini, disaat perkembangan teknologi yang sangat maju dan hampir semua data yang ada di dunia ini terintegrasi dengan jaringan komputer maka keamanan jaringan adalah hal utama yang harus diperhatikan dalammembuat sebuah jaringan komputer.

Keamanan jaringan merupakan suatu cara dan upaya yang digunakan untuk memeberikan perlindungan atau proteksi terhadap sistem agar terhindar dari serangan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin melakukan pencurian data.


Baca Juga: Pengertian dan Fungsi Keamanan Jaringan

Prinsip Dasar Keamanan Jaringan

Prinsip keamanan jaringan dapat dibedakan menjadi lima, yaitu :

1. Kerahasiaan (secrecy)
Secrecy berhubungan dengan hak akses untuk membaca data ,informasi dan suatu sistem computer. Dalam hal ini suatu sistem komputer dapat dikatakan aman jika suatu data atau informasi hanya dapat dibaca oleh pihak yang telah diberi wewenang secara legal.

2. Integritas (integrity)
Integrity berhubungan dengan hak akses untuk mengubah data atau informasi dari
suatu sistem komputer. Dalam hal ini suatu sistem komputer dapat dikatakan aman jika suatu data atau informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang telah diberi hak.
Contoh : e-mail di intercept di tengah jalan, diubah isinya, kemudian diteruskan ke alamat yang dituju.dengan cara virus, trojan horse, atau pemakai lain yang mengubah informasi tanpa ijin, “man in the middle attack” dimana seseorang menempatkan diri di tengah pembicaraan dan menyamar sebagai orang lain.

Baca Juga: Macam-macam Video pada Komunikasi Video

3. Ketersediaan (availability)
Availability berhubungan dengan ketersediaan data atau informasi pada saat yang dibutuhkan.Dalam hal ini suatu sistem komputer dapat dikatakan aman jika suatu data atau informasi yang terdapat pada sistem komputer dapat diakses dan dimanfaatkan oleh pihak yang berhak.

4. Authentication
Aspek ini berhubungan dengan metoda untuk menyatakan bahwa informasi betul- betul asli, orang yang mengakses dan memberikan informasi adalah benar orang yang dimaksud, atau server yang kita hubungi adalah server yang asli.

5. Akses Kontrol
Aspek kontrol merupakan fitur-fitur keamanan yang mengontrol bagaimana user berkomunikasi dengan sistem.Akses kontrol melindungi sistem dari akses yang tidak berhak dan umumnya menentukan tingkat otorisasi setelah prosedur otentikasi berhasil dilengkapi.

Pengertian dan Fungsi Keamanan Jaringan

Pengertian Keamanan Jaringan

Keamanan jaringan adalah suatu cara dan upaya yang digunakan untuk memeberikan perlindungan atau proteksi terhadap sistem agar terhindar dari serangan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin melakukan pencurian data.

Keamanan jaringan komputer merupakan bagian dari dari sebuah sistem informasi yang sangat penting untuk menjaga validitas dan integritas data serta menjamin ketersediaan layanan begi penggunanya. Sistem harus dilindungi dari segala macam serangan dan usaha penyusupan atau pemindaian oleh pihak yang tidak berhak.

Baca Juga: Macam-macam Video pada Komunikasi video

Sumber Gambar: mikrosiber2.com

Fungsi Keamanan Jaringan

Keamanan Dalam jaringan komputer sangat penting sekali karena bertujuan untuk melindungi data yang telah tersimpan didalam database. Komputer yang terhubung ke jaringan mengalami ancaman keamanan yang lebih besar daripada host yang tidak terhubung kemana-mana.

Baca Juga: Pengertian, Manfaat dan Bentuk Komunikasi Video

Dengan mengendalikan network security, resiko tersebut dapat dikurangi. Namun network security biasanya bertentangan dengan network acces, karena bila network acces semakin mudah, network security makin rawan. Bila network security makin baik, network acces semakin tidak nyaman. Suatu jaringan didesain sebagai komunikasi data highway dengan tujuan meningkatkan akses ke sistem komputer, sementara keamanan didesain untuk mengontrol akses. Penyediaan network security adalah sebagai aksi penyeimbang antara open acces dengan security.

Karakteristik Umum Himpunan Data (Data-set) Dalam data Mining

Pengertian Himpunan Data Dalam Data Mining

Sebelum mempelajari dari karakteristik dari himpunan data, mungkin kita harus tahu terlebih dahulu pengertian dari himpunan data itu sendiri, Himpunan data (data-set) adalah kumpulan dari objek dan atributnya. Atribut merupakan sifat atau karakteristik dari suatu objek. Contohnya : Warna mata seseorang, suhu, dsb.Atribut juga dikenal sebagai variabel, field, karakteristik atau fitur. Kumpulan dari atribut menggambarkan sebuah Objek. Objek juga disebut dengan record, titik, kasus, sample, entitas atau instance. (Baca Juga: Definisi dan Tipe Data: Himpunan Data, Nilai Atribut, Sifat Atribut dan Tipe Atribut)

Simber gambar: indiadataentry.co.uk

Karakteristik Umum Himpunan Data (Data-set) Dalam data Mining

Himpunan data (data-set) mempunyai beberapa karakteristik umum yaitu :
1. Dimensionality
  • Dimensionalitas dari sebuah data-set adalah'jumlah atribut yang dimiliki oleh objek-objek dalam data-set.
  • Data dengan jumlah dimensi kecil punya kecenderungan berbeda secara kualitatif dibandingkan dengan data dimensi tinggi.
  • Kesulitan yang berhubungan dengan data dimensi tinggi sering disebut sebagai curse ofdimensionality.
  • Untuk itu pada tahap preprocessing perlu dilakukan pengurangan dimensi (dimensionality reduction). 
Baca Juga: Tantangan dan Permasalahan data Mining

2. Sparsity
  • Untuk beberapa data-set, misalkan data dengan fitur asimetris, kebanyakan atribut dari suatu objek mempunyai nilai 0; dan biasanya kurang dari 1% mempunyai nilai tidak nol.
  • Sparsity mempunyai keuntungan dalam waktu komputasi dan penyimpanan data.
3. Resolution
  • Sifat dari data berbeda pada resolusi yang berbeda.
  • Pola dalam data bergantung pada level resolusi.
  • Jika resolusi terlalu baik [tidak ada perbedaan/halus), pola mungkin tidak akan kelihatan; jika resolusi terlalu kasar, pola juga akan hilang

Definisi dan Tipe Data: Himpunan Data, Nilai Atribut, Sifat Atribut dan Tipe Atribut

Pengertian Himpunan Data Dalam Data Mining

Himpunan data (data-set) merupakan kumpulan dari objek dan atributnya. Atribut merupakan sifat atau karakteristik dari suatu objek. Contohnya : Warna mata seseorang, suhu, dsb.Atribut juga dikenal sebagai variabel, field, karakteristik atau fitur. Kumpulan dari atribut menggambarkan sebuah Objek. Objek juga disebut dengan record, titik, kasus, sample, entitas atau instance.


Nilai-Nilai Atribut Dalam Data Mining

Nilai- nilai atribut adalah angka atau simbol yang memberi nilai pada atribut tersebut. Perbedaan antara atribut dan nilai- nilai atribut.
  1. Atribut yang sama dapat dipetakan ke nilai atribut yang berbeda. Contoh: ketinggian dapat diukur dengan satuan kaki atau meter.
  2. Atribut yang berbeda dapat dipetakan ke himpunan nilai yang sama. Contoh: Nilai atribut untuk ID dan umur adalah bilangan bulat,tetapi sifat dari nilai atribut dapat berbeda. ID tidak terbatas tetapi umur mempunyai nilai minimal dan nilai maksimal.
Tipe dari suatu atribut tergantung pada sifat yang dimiliki berikut ini:
  • Pembeda (Distinctness): = 1
  • Urutan (Order):  <>
  • Penjumlahan (Addition): + -
  • Perkalian (Multiplication): * /
Baca Juga: Tantangan dan Permasalahan Data Mining

Tipe-tipe Atribut Dalam Data Mining

Atribut dapat dibedakan dalam tipe-tipe yang berbeda bergantung pada tipe domainnya, yaitu bergantung pada tipe nilai yang diterima. Atribut katagorikal (categorical attribute) adalah salah satu tipe yang domainnya merupakan sebuah himpunan simbol berhingga. Contoh :Ienis kelamin, status, dan pendidikan, dimana domainUenis kelamin) = {L, P},
domain(status) = {Menikah, Belum Menikah} dan domain(Pendidikan) = {SD: SMP, SMA, D3, 51, 52, S3, lainnya}.

Atribut katagorikal dibedakan menjadi dua tipe,yaitu :
  1. Nominal: Sebuah atribut dikatakan nominal j ika nilai-nilainya tidak dapat diurutkan Contoh: Jenis kelamin, warna mata. Atribut nominal mempunyai sifat pembeda (distinctness).
  2. Ordinal: Disebut atribut ordinal jika nilai-nilainya dapat diurutkan dalam beberapa cara, contoh: ranking (misal, rasa dari keripik kentang pada skala 1-10), grade, tinggi dalam {tinggi, medium, pendek} atau'pendidikan (karena kita dapat mengatakan bahwa pendidikan Sl lebih tinggi dari SMA maupun D3). Sifat dari ordinal atribut adalah pembeda dan urutan (order).
Baca Juga: Teknik Pencarian Pola Sekuensial(Sequence Mining) Pada Data Mining

Tipe atribut kedua adalah atribut numerik (numeric attribute) yang domainnya berupa bilangan riil atau integer.Contohnya umur dan gaji.Domain(umur) = domain(gaji) = bilangan riil positif. Atribut numerik juga dibedakan menjadi dua,yaitu :
  1. Interval: Untuk jenis atribut ini mempunyai sifat bahwa perbedaan antara nilai-nilainya sangat berarti. Contoh: tanggal, suhu dalam Celsius atau Fahrenheit, karena tidak ada bedanya jika kita menyatakan bahwa 20°C = dua kali dinginnya 10°C.
  2. Rasio: Dalam atribut jenis ini, baik beda maupun rasio sangat berarti. Contoh atribut rasio: suhu dalam Kelvin, panjang, waktu, jumlah, Kita dapat menyatakan bahwa orang berumur 20 tahun dua kali lebih tua dari yang berusia 10 tahun. 
Atribut berdasarkan jumlah nilainya dibedakan menjadi dua yaitu :
  1. Atribut Diskrit (Discrete Attribute) yaitu atribut yang hanya menggunakan sebuah himpunan nilai berhingga atau himpunan nilai tak berhingga yang dapat dihitung. Contoh: zip codes, jumlah, atau himpunan kata dalam kumpulan dokumen. Sering dinyatakan sebagai variabel bilangan bulat (integer). Catatan: atribut biner merupakan kasus khusus dari atribut diskrit.
  2. Atribut Kontinyu (Continudus Attribute) yaitu atribut yang menggunakan bilangan riil sebagai nilai atribut. Contoh: suhu, ketinggian atau berat. Pada kenyataannya, nilai riil hanya dapat diukur dan dinyatakan menggunakan sejumlah digit yang berhinggaAtribut kontinyu secara khusus dinyatakan sebagai variabel decimal (floating-point).

Minggu, 30 September 2018

Tantangan dan Permasalahan Data Mining

Pengertian Data Mining

Data mining adalah proses yang mempekerjakan satu atau lebih teknik pembelajaran komputer (machine learning) untuk menganalisis dan mengekstraksi pengetahuan (knowledge) secara otomatis. Dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin pesat ini maka kita sering menjumpai implementasi atau penerapan data mining dilingkungan sekitar kita. Akan tetapi implementasi dari data mining tentu tidak bisa berjalan mulus, ada beberapa tantangan yang harus dihadapai dalam data mining


Baca Juga: Teknik Pencarian Pola Sekuensial (Sequence Mining) pada Data Mining

Tantangan Dalam Data mining

Tantangan dalam data mining meliputi :

  1. Scalability, yaitu besarnya ukuran basis data yang digunakan.
  2. Dimensionality, yaitu banyaknya jumlah atribut dalam data yang akan diproses.
  3. Complex and Heterogeneous Data, yaitu data yang kompleks dan mempunyai variasi yang beragam.
  4. Data'QuaIity, kualitas data yang akan diproses seperti data yang bersih dari noise, missing value, dsb.
  5. Data Ownership and Distribution, yaitu siapa yang memiliki data dan bagaimana distribusinya.
  6. Privacy Preservation, yaitu menjaga kerahasiaan data yang banyak diterapkan pada data nasabah perbankan.
  7. Streaming Data, yaitu aliran data itu sendiri.

Baca Juga: Teknik Kaidah Asosisasi(association rules Discovery/Descriptive) pada Data Mining

Permasalahan Dalam Data mining

Sistem data mining berdasar pada basis data yang menyediakan data mentah dan ini memunculkan permasalahan dalam basis data yang cenderung dinamis, tidak lengkap, ber-noise dan besar. Permasalahan lain muncul sebagai akibat dari kecukupan dan relevansi dari informasi yang disimpan.

Basis data seringkali didesain untuk tujuan yang berbeda dari data mining dan kadangkala properti atau atribut yang akan menyederhanakan pekerjaan pembelajaran tidak tersedia atau tidak dapat dimintai dari dunia nyata. Data yang tidak meyakinkan menyebabkan permasalahan karena jika ada atribut-atribut esensial bagi pengetahuan tentang domain aplikasi tidak ada dalam data tidak memungkinkan untuk menemukan pengetahuan yang tepat mengenai domain yang diberikan.

Teknik Pencarian Pola Sekuensial (Sequence Mining) pada Data Mining

Pengertian Data Mining

Data mining adalah proses yang mempekerjakan satu atau lebih teknik pembelajaran komputer (machine learning) untuk menganalisis dan mengekstraksi pengetahuan (knowledge) secara otomatis.
Setelah sebelumnya membahas tentang Teknik Kaidah Asosisasi(association rules Discovery/Descriptive) pada Data Mining, pada pembahasan kali ini Tutorial Komputer akan membahas tentang salah satu teknik lagi yang ada di dalam data mining. Kita tahu bahwa ada banyak teknik yang bisa digunakan dalam data mining yang meliputi: Classification/Predictive, Clustering/Descriptive, Association Rule Discovery/Descriptive, Sequential Pattern Discovery/Descriptive, Regression/Predictive, dan DeviationDetection/Predictive. Akan tetapi teknik yang akan kita bahas kali ini adalah tentang teknik teknik Pencarian pola sekuensial (Sequence Mining).


Baca Juga: Teknik Kaidah Asosisasi(association rules Discovery/Descriptive) pada Data Mining

Pengertian teknik Pencarian pola sekuensial (Sequence Mining) pada Data Mining

Pencarian pola sekuensial (Sequence Mining) adalah Mencari sejumlah event yang secara umum terjadi bersama-sama. Contoh, dalam satu set urutan DNA, ACGTC diikuti oleh‘GTCA setelah suatu celah selebar 9 dengan probabilitas sebesar 30.%.

Jika diberikan sekumpulan obyek, dengan masing-masing obyek dihubungkan dengan waktu kejadiannya maka dapatkan pola yang memprediksi ketergantungan sekuensial. (sequential dependencies) yang kuat diantara kejadian-kejadian yang berbeda.
(A B)   (C) -> (D    E)

Baca Juga: Teknik Klasterisasi/clustering dan Aplikasinya pada Data Mining

Pola-pola sekuensial pertama, pada dasarnya dibentuk dengan cara mencari semua kemungkinan pola yang ada. Nilai-nilai kejadian dalam pola diatur berdasarkan urutan waktu kejadian.
(A B) (C) (D  E)

Teknik Kaidah Asosisasi(association rules Discovery/Descriptive) pada Data Mining

Setelah sebelumnya membahas tentang teknik klasterisasi pada data mining, pada pembahasan kali ini Tutorial Komputer akan membahas tentang salah satu teknik lagi yang ada di dalam data mining. Kita tahu bahwa ada banyak teknik yang bisa digunakan dalam data mining yang meliputi: Classification/Predictive, Clustering/Descriptive, Association Rule Discovery/Descriptive, SequentialPattern Discovery/Descriptive, Regression/Predictive, dan DeviationDetection/Predictive. Akan tetapi teknik yang akan kita bahas kali ini adalah tentang teknik klasterisasi atau clustering.


Pengertian Teknik Kaidah Asosisasi (association rules) pada Data Mining

Teknik Kaidah Asosisasi(association rules Discovery/Descriptive) adalah dengan mendeteksi kumpulan atribut-atribut yang muncul bersamaan (co-occur) dalam frekuensi yang sering, dan membentuk sejumlah kaidah dari kumpulan-kumpulan tersebut. Contoh : 90% orang yang berbelanja di suatu supermarket yang membeli roti juga membeli selai, dan 60% dari semua orang yang berbelanja membeli keduanya.

Jika diberikan sekumpulan record yang masing-masing terdiri dari sejumlah item dari kumpulan yang diberikan;Akan menghasilkan aturan ketergantungan (dependency rules) yang akan memprediksi kejadian dari satu item berdasarkan kejadian item lainnya.

Baca Juga: Teknik Klasterisasi/clustering dan Aplikasinya pada Data Mining

Aplikasi pada Teknik Kaidah Asosisasi(association rules Discovery/Descriptive)

Contoh aplikasi kaidah asosiasi adalah sebagai berikut:
1. Marketing and Sales Promotion:
Misalkan diketahui aturan ketergantungan dimana
{Bagels, } --> {Potato Chips}
Potato Chips Sebagai Consequent => dapat digunakan untuk menentukan apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penjualan.
Bagels in the antacedent => Dapat digunakan untuk melihat produk mana yang akan terkena dampak jika toko tersebut tidak lagi menjual bagels.

Bagels in antecedent and potato chips in concequenst => Dapat digunakan untuk melihat produk apa yang harus dijual dengan bagels untuk mempromosikan penjualan Potato chips!

Baca Juga: Teknik Regresi (Regression/Predictive) pada Data Mining

2. Supermarket shelf management
Tujuan: Untuk mengenali item-item yang dibeli bersama-sama oleh cukup banyak pelanggan.
Pendekatan : Memproses data point-of-sale yang dikumpulk-an dengan pemindai barcode untuk menemukan ketergan’cungan antar-item.
Aturan klasik -- Jika seorang pelanggan membeli diaper dan susu maka dia juga akan membeli beer.Sehingga jangan kaget jika Anda akan menemukan enam pak beeryang ditumpuk dekat diapers!

3. Inventory Management
Tujuan: Seorang pelanggan perusahaan perbaikan peralatan mengharapkan keaslian dari perbaikan produk konsumen dan menjaga pelayanan dengan menggunakan suku cadang yang baik untuk mengurangi jumlah kunjungan ke rumah pelanggan.
Pendekatan: Memproses data peralatan dan suku cadang yang dibutuhkan pada perbaikan sebelumnya di tempat pelanggan yang berbeda dan menemukan pola-pola kejadian yang berulang.

Teknik Klasterisasi/clustering dan Aplikasinya pada Data Mining

Pada pembahasan kali ini Tutorial Komputer akan membahas tentang salah satu teknik dalam data mining. Kita tahu bahwa ada banyak teknik yang bisa digunakan dalam data mining yang meliputi: Classification/Predictive, Clustering/Descriptive, AssociationRule Discovery/Descriptive, SequentialPattern Discovery/Descriptive, Regression/Predictive, dan DeviationDetection/Predictive. Teknik yang akan kita bahas kali ini adalah tentang teknik klasterisasi atau clustering.


Teknik Klasterisasi (clustering) pada Data Mining

Mempartisi data-set menjadi beberapa sub-set atau kelompok sedemikian rupa sehingga elemen-elemen dari suatu kelompok tertentu memiliki set properti yang dishare bersama, dg tingkat similaritas yang tinggi dalam satu kelompok dan tingkat similaritas antar kelompok yang rendah.Disebut juga dengan ‘unsupervised learning’.

Baca Juga: Teknik Regresi (Regression/Predictive) pada Data Mining

Jika diberikan sejumlah titik data yang masing-masing mempunyai sejumlah atribut, dan dengan menggunakan satu ukuran similaritas, dapat ditemukan klaster-klaster sedemikian hingga :

  • Titik-titik data dalam satu klaster mempunyai similaritas yang lebih besar.
  • Titik-titik data dalam klaster yang berbeda mempunyai similaritas yang kecil.

Ukuran similaritas yang digunakan

  • Euclidean Distance jika atributnya kontinyu.
  • Permasalahan lain — ukuran tertentu .

Baca Juga: Teknik Klasifikasi(Classification/Predictive) pada Data mining

Aplikasi dari klasterisasi diantaranya adalah :

1. Market Segmentation:
Tujuan: Membagi pasar kedalam sub-set pelanggan yang berbeda, dim-ana suatu sub-set mungkin dapat dipilih sebagai target pasar yang dicapai dengan satu kombinasi pemasaran yang berbeda.
Pendekatan:

  1. Kumpulkan atribut dari pelanggan yang berbeda ber‘dasarkan pada informasi tempat tinggal dap gaya hidup.
  2. Tentukan klaster dari pelanggan-pelanggan yang sama.
  3. Hitung kualitas klaster dengan mengobservasi pola daya beli pelanggan pada klaster yang samaversus dari klaster yang berbeda.

2. Document Clustering:
Tujuan: Untuk mendapatkan kelompok dokumen yang mempunyai kesamaan berdasarkan  pernyataan atau kata-kata penting yang muncul dalam dokumen tersebut.
Pendekatan:

  1. Untuk mengenali kata-kata yang sering muncul dalam tiap dokumen. Dari suatu pengukuran similaritas yang didasarkan pada frekuensi term yang berbeda.
  2. Gunakan pengukuran ini untuk membentuk klaster-klaster

Pencapaian: Information Retrieval dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan suatu dokumen baru atau mencari term ke dokumen-dokumen yang diklaster.

Sabtu, 29 September 2018

Teknik Regresi (Regression/Predictive) pada Data Mining

Pengertian Data Mining

Data mining merupakan proses yang mempekerjakan satu atau lebih teknik pembelajaran komputer (machine learning) untuk menganalisis dan mengekstraksi pengetahuan (knowledge) secara otomatis. Pada artikel sebelumnya di www.teorikomputer.com kami membahas tentang teknik klasifikasi pada data mining. Pada pembahasan kali ini akan kami sampaikan salah satu teknik pada data mining yaitu teknik regresi. Sebelum kita membahas teknik regresi pada data mining kita terlebih dahulu harus tahu macam-macam teknik dan sifat data mining.

Sumber gambar: ittelkom-pwt.ac.id

Baca Juga: Teknik Klasifikasi (Classification /Predictive) pada Data Mining

Macam-macam Teknik dan Sifat Data mining

Ada beberapa teknik dan sifat data mining yaitu sebagai berikut :
  1. Classification (Predictive)
  2. Clustering (Descriptive)
  3. AssociationRule Discovery (Descriptive)
  4. SequentialPattern Discovery (Descriptive)
  5. Regression (Predictive)
  6. DeviationDetection (Predictive)
Baca Juga: Permsalahan Dalam Data Mining

Teknik Regresi(Predictive) dan aplikasinya pada Data Mining

Teknik Regresi dilakukan dengan memprediksi nilai dari suatu variabel kontinyu yang diberikan berdasarkan nilai dari variabel yang lain, dengan mengasumsikan sebuah model ketergantungan linier atau nonlinier. Teknik ini banyak dipelajari dalam statistika, bidang jaringan saraf tiruan (neural network).

Contoh aplikasinya: 
  • Memprediksi jumlah penjualan produk baru berdasarkan pada belanja promosi/iklan. 
  • Memprediksi kecepatan angin sebagai suatu fungsi suhu, kelembaban, tekanan udara, dsb.
  • Time series prediction dari indeks stock market.

Teknik Klasifikasi(Classification/Predictive) pada Data mining

Pengertian Data Mining

Data mining adalah proses yang mempekerjakan satu atau lebih teknik pembelajaran komputer (machine learning) untuk menganalisis dan mengekstraksi pengetahuan (knowledge) secara otomatis.

Macam-macam Teknik dan Sifat Data mining

Ada beberapa teknik dan sifat data mining yaitu sebagai berikut :
  1. Classification (Predictive)
  2. Clustering (Descriptive)
  3. AssociationRule Discovery (Descriptive)
  4. SequentialPattern Discovery (Descriptive)
  5. Regression (Predictive)
  6. DeviationDetection (Predictive)
Sumber gambar: dosenpendidikan.com

Baca Juga: Permasalahan Dalam Data Mining

Teknik Klasifikasi atau Classification (Predictive) pada Data Mining

Teknik Klasifikasi adalah menentukan sebuah record data baru ke salah satu dari beberapa katagori (atau klas] yang telah didefinisikan sebelumnya.Disebut juga dengan ‘supervised learning'. Berikut beberapa aplikasi dari klasifikasi :

1. Penjualan Langsung (Direct Marketing)
Tujuan: mengurangi costsurat menyurat dengan menentukan (targeting) satu set konsumen yang mempunyai kesamaan dalam membeli produk telepon selular baru.
Pendekatan:
  • Gunakan data penjualan untuk suatu produk telepon selular.
  • Kita mengetahui pelanggan yang memutuskan untuk membeli dan yang memutuskan untuk tidak membeli. Keputusan (buy, don’t buy} ini membentuk class attribute.
  • Himpun bermacam demografi, gaya hidup dan company-interaction sehubungan dengan informasi mengenai pelanggan tertentu. Misalkan: Tipe bisnis, dimana .mereka tinggal, berapa banyak mereka membayar, dll. 
  • Gunakan informasi tersebut sebagai atribut input untuk mempelajari suatu model klasifikasi.
Baca Juga: Model dan Struktur Data Warehouse pada Data Mining

2. Fraud Detection
Tujuan: Memprediksi kasus-kasus transaksi curang dengan menggunakan kartu kredit.
Pendekatan:
  • Gunakan transaksi kartu kredit dan informasi pemegang kartu kredit sebagai atributnya Misalkan : Kapan seorang pelanggan membeli, apa yang dibeli apa selalu membayar tepat waktu, dsb.
  • Beri label transaksi-transaksi sebelumnya sebagai transaksi ‘fraud’ atau 'fair' dan bentuk ini menjadi class attribute.
  • Pelajari satu model untuk class transaksi tersebut.
  • Gunakan model ini untuk mendeteksi kecurangan dengan mengobservasi transaksi kartu kredit tiap account.
3. CustomerAttrition/Churn:
Tujuan: Untuk memprediksi pelanggan mana yang akan berpindah ke competitor kita.
Pendekatan:
  • Gunakan record transaksi dengan pelanggan yang lalu maupun yang sekarang untuk mendapatkan atribut, seperti : Seberapa sering pelanggan menghubungi, dimana dia menghubungi, pada hari apa dia paling sering menghubungi, status keuangannnya, status perkawinannya, dsb.
  • Beri label pelanggan sebagai ‘setia’ atau ‘tidak setia'.
  • Temukan suatu model untuk 'onalty’.

Jumat, 28 September 2018

Permasalahan Dalam Data mining

Pengertian data Mining

Data mining adalah proses yang mempekerjakan satu atau lebih teknik pembelajaran komputer (machine learning) untuk menganalisis dan mengekstraksi pengetahuan (knowledge) secara otomatis.

Permasalahan Pada Data Mining

Sistem data mining berdasar pada basis data yang menyediakan data mentah dan ini memunculkan permasalahan dalam basis data yang cenderung dinamis, tidak lengkap, ber-noise dan besar. Permasalahan lain muncul sebagai akibat dari kecukupan dan relevansi dari informasi yang disimpan.

Sumber Gambar: ilmuskripi.com

Basis data seringkali didesain untuk tujuan yang berbeda dari data mining dan kadangkala properti atau atribut yang akan menyederhanakan pekerjaan pembelajaran tidak tersedia atau tidak dapat dimintai dari dunia nyata. Data yang tidak meyakinkan menyebabkan permasalahan karena jika ada atribut-atribut esensial bagi pengetahuan tentang domain aplikasi tidak ada dalam data tidak memungkinkan untuk menemukan pengetahuan yang tepat mengenai domain yang diberikan.Sebagai contoh, kita tidak dapat mendiagnosa malaria dari basis data pasien jika basis data tersebut tidak mengandung jumlah sel darah merah pasien.

Baca Juga: Model dan Struktur Data Warehouse pada Data Mining

Basis data biasanya dicemari oleh error sedemikian hingga tidak dapat diasumsikan bahwa data secara keseluruhan benar.Atribut-'atribut yang ada pada subyek atau pertimbangan ukuran dapat memunculkan kesalahan (error) sedemikian hingga beberapa contoh mungkin menjadi mis-klasifikasi.Error dalam salah satu nilai atribut atau informasi kelas dikenal sebagai noise. Secara nyata'ada kemungkinan kita perlu sekali untuk menghilangkan noise dari informasi klasifikasi saat hal ini mempengaruhi akurasi aturan yang dibangkitkan secara keseluruhan.

Data yang hilang dapat dibenahi dengan Sistem penemuan dalam berbagai cara, seperti :
  1. Secara sederhana dengan mengabaikan nilai-nilai yang hilang.
  2. Menghilangkan record yang berhubungan.
  3. Menebak nilai yang hilang dari nilai-nilai yang diketahui.
  4. Memperlakukan data .yang hilang sebagai sebuah nilai khusus yang dimasukkan sebagai tambahan dalam domain atribut. .
  5. Atau menghitung rata-rata nilai yang hilang menggunakan teknik Bayesian.
Data yang mengandung noise dalam pengertian menjadi tidak teliti merupakan karakteristik dari semua koleksi data dan secara khus'us cocok untuk sebuah distribusi statistik biasa seperti Gaussian saat nilai-nilai yang salah merupakan kesalahan masukan data.
Ketidakjelasan (uncertainty) menunjuk kepada kepelikan error dan tingkat noise dalam data. Presisi data merupakan saah satu pertimbangan penting dalam sistem penemuan.

Baca Juga: Perbedaan Data Warehouse dan Sistem OLTP pada Data Mining

Basis data cenderung menjadi besar dan dinamis dalam hal isinya yang selalu berubah saat informasi ditambahkan, dimodifikasi atau dihapus. Permasalahan dalam hal ini dari sudut pandang data mining adalah bagaimana menjamin bahwa aturan-aturan tersebut up-to-date dan konsisten dengan informasi paling terkini. luga sistem pembelajaran mempunyai time-sensitive saat beberapa nilai data berubah terhadap waktu dan system penemuan dipengaruhi oleh ketepatan waktu dari data tersebut.

Model dan Struktur Data Warehouse Pada Data Mining

Pengertian Data Warehouse Data Mining

Data warehouse merupakan proses mengekstraksi dan mentransformasi data operasional kedalam data informasional dan memuatkan ke dalam sebuah toko atau gudang data terpusat. Data yang dimuat dapat diakses melalui desktop query dan alat analisis oleh pembuat keputusan.

Model Data Warehouse pada Data Mining

Model data warehouse digambarkan dalam diagram berikut ini :


Baca Juga: Perbedaan Data Warehouse dan Sistem OLTP pada Data Mining

Data dalam warehouse sendiri mempunayi suatu struktur yang berbeda dengan menekankan pada level peringkasan yang berbeda seperti ditunjukkan pada gambar berikut :


Data détail terkini merupakan pusat kepentingan sebagai :
  1. Mencerminkan kejadian terkini yang biasanya paling menarik.
  2. Data yang sangat besar disimpan pada level kecil.
  3. Selalu disimpan pada penyimpanan disk yang cepat diakses tetapi mahal dan kompleks dalam pengelolaannya.
Detail data yang lebih lama disimpan pada beberapa bentuk penyimpanan massal, yang tidak terlalu sering diakses dan disimpan pada sebuah detil level dengan detil data terkini.

Baca Juga: Proses dalam Data Warehouse pada Data Mining

Data yang diringkas dengan jelas merupakan data yang disaring dari level detil rendah yang ditemukan pada level detil tertentu dan secara umum disimpan pada penyimpanan piringan (disk). Saat membangun gudang dat-a perlu mempertimbangkan unit waktu penyelesaian penarikan kesimpulan dan juga isi atau atribut dari ringkasan data.

Ringkasan data yang lebih tinggi padat dan mudah diakses dan dapat ditemukan diluar gudang.
Metadata adalah komponen akhir dari gudang data dan merupakan dimensi yang benar-benar berbeda yang tidak sama seperti data yang didapat dari lingkungan operasional tetapi digunakan sebagai:
  1. Direktori untuk membantu analis DSS menemukan isi dari gudang data.
  2. Pemandu untuk memetakan data saat data ditransformasikan dari lingkungan operasional ke lingkungan gudang data.
  3. Pemandu algoritma- -algoritma yang digunakan untuk meringkas antara data detil terkini dan data ringkasan level bawah dan antara data ringkasan level rendah dengan data ringkasan level tinggi, dsb.
Struktur dasar ditunjukkan dalam diagram berikut :


Diagram tersebut diasumsikan pada tahun 1993 sehingga data detil terkini adalah 1992-93. Secara umum, data penjualan tidak mencapai level detil terkini untuk 24 jam selama menunggu sampai tidak tersedia lagi sistem operasional, yaitu diperlukan 24 jam untuk mengambil ke dalam gudang data. Detil penjualan diringkas setiap minggu berdasarkan -sub-pr0duk dan daerah untuk menghasilkan detil ringkasan level rendah. Penjualan mingguan kemudian diringkas lagi untuk menghasilkan data ringkasan level lebih tinggi.

Senin, 24 September 2018

Perbedaan Data Warehouse dan Sistem OLTP pada Data Mining

Pengertian Data Warehouse pada Data Mining

Data Warehouse atau Gudang data merupakan suatu sistem manajemen basisdata relasional (RDMS) yang didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan akan sistem pengolahan transaksi.

Pengertian OLTP pada Data Mining

Dikutip dari kompasiana.com yang ditulis pada artikel tanggal 14 Mei 2013 Online Transaction Processing atau sering dikenal dengan OLTP adalah sistem yang berorientasi proses yang memproses transaksi secara langsung melalui komputer yang terhubung dalam jaringan. Misalnya biasa digunakan pada sebuah supermarket, kasir menggunakan mesin dalam proses transaksinya.

Baca Juga: Proses Dalam Data Warehouse pada Data Mining

Sebuah basisdata yang dibangun untuk pengolahan transaksi secara online (OLTP), secara umum dipandang tidak cocok untuk data warehouse dikanenakan mereka didesain dengan suatu kumpulan kebutuhan yang berbeda, yaitu memaksimalkan kapasitas transaksi dan secara khusus mempunyai ratusan tabel dalam urutan yang tidak membatasi user, dsb. Data warehouse dipandang dalam proses query sebagai lawan dari proses transaksi.

Sistem OLTP tidak dapat menjadi tempat penyimpanan dari data fakta dan histori untuk analisa bisnis.Sistem ini tidak dapat menjawab secara cepat query dan pengambilan kembali secara cepat hampir tidak mungkin. Data yang tidak konsisten dan berubah, duplikasi masukan yang ada, masukan yang hi-lang dan tidak adanya data histori yang diperlukan untuk menganalisa trend.Pada dasarnya OLTP menawarkan sejumlah besar data mentah yang tidak mudah dipahami.Data warehouse menawarkan kemampuan untuk mengambil kembali dan menganalisa informasi secara cepat dan mudah. Data warehouse mempunyai kesamaan dengan OLTP‘seperti terlihat pada tabel berikut :


Baca Juga: Karakteristik Data Warehouse pada Data Mining

Data warehouse melayani tujuan yang berbeda dari sistem OLTP dengan memperbolehkan analisa query sebagai jawaban terhadap "simple aggregation" seperti “bagaimana catatan keuangan dari kastemer ini?" Query data warehouse khusus meliputi seperti "produk yang bagaimana yang paling laku di Amerika tengah dan bagaimana korelasi terhadap data demografis?"